Siapa kita?

Bahasa kita kadang jiwa, kadang rasa, kadang kata, kadang hati, kadang emosi, kadang tak terkata..

My Thought...

Showing posts with label Vien's. Show all posts
Showing posts with label Vien's. Show all posts

Tuesday, June 11, 2019

Ever felt tired?

Like existentially tired?

Where you lose the sense of identity, structure, language, reason, being and time.

Where you can't see a destination and you can't find a return. where even when you return its not a return to your self rather it is a turn to a realization that you have lost your self somewhere between "the you" and "the self" and this dichotomy of what call "you" cannot make you feel home anymore.

You run and you keep running, not toward anythinng but away from everything: from people, from rules. from gods, from words, from love, from being you, for forever.

So do you ever feel tired?

I do..

Wednesday, May 29, 2013

2 hari lagi bulan Juni..

ingatkah kau? tapi mungkin kau sedang letih dengan urusan dunia sekarang.. atau mungkin saja diriku yang masih terikat pada kenangan..

Kenangan yang terikat pada putaran waktu dan deraian hujan.

Hampir satu tahun berlalu, dan aku selalu berdoa pada Semesta untuk kebahagian mu dan ku..


29 Mei 2013

Saturday, February 16, 2013

“Perempuan yang tidak cerdik itu cuma bisa jadi cabo, hostess pelacur!!” begitu jeritnya membahana didalam rumah dan mungkin 3 rumah sekitarnya. Jeritan itu ditujukan kepada 2 orang anak perempuannya, yang satu berusia 31 tahun dan satu lagi 13 tahun.

Tampaknya si 31 ini, dari mulut ibunya sendiri sudah di jeritkan cabo, hostess pelacur sejak dia masih kanak-kanak sepanjang ingatannya. Menjadi sebuah penghayatan di dalam alam pikirannya. Bisa jadi si 31 yang bertubuh besar dan banyak kelebihan lemak tubuh ini adalah hasil dari penolakannya untuk menjadi pelacur, toh.. emang perempuan dengan banyak kelebihan lemak laku? Pikirnya..

Toh dia memang sudah menjadi pelacur sepanjang hidupnya, menjual kebahagiaan hatinya, menjual mimpinya, menjual cita-citanya hingga menjual harga dirinya kepada dunia.

Monday, January 21, 2013

Maybe.. That's all we need,
is to meet in the middle of impossibilities..

Standing at opposite poles,
equal partners in a mystery..




Vien
* ..... a point when we realize that we love each other, but can not be in the love.. *
Ini bukan soal keterbatasan..

Kita hanya belum bisa menguraikan kata, bahasa, rasa untuk kemudian menyatakan matra..

Betapa tak peka saat hati terseka,
mungkin kita belum berhenti menjadi pelakon sebelum sandiwara ini di akhiri..



Vien
* .. the end .. *
saat ini,
duniaku adalah duniamu
langitku adalah bumimu
bumiku adalah langitmu
sama-sama menjadi sama
dalam rupa yang berbeda..

--------------------------------

bayanganmu menari di setiap malam
tapi tak singgah dalam mimpi..
andai bisa, kukejar dan kugapai..
ingin kubawa ke langit
berjalan di atas bintang bintang,
dan bermain bulan..

-------------------------------

kemarin kau bilang bulan masih penuh..

kini kau datang dengan air mata
katamu, putih hatimu luruh terbakar malam..

jadi, katakan padaku..
apakah aku harus membasuh abu dengan duka
atau mengurai asa dan membuang bayang-bayang..?



Vien
* ga ribet kan??? :D*
kaukah yang semayam di jantungku
namun begitu asing kurasa..
air, pasir, ombak, angin
terangkum jadi satu lukisan
pada lembaran kanvas hidupku..

Ketika kau membuatku meninggalkan dunia kata kataku, dan membuatku kehilangan kata kataku.. Aku tahu, aku jatuh hati padamu..

Sesederhana itu..
Angin seperti tahu arti kerinduan..
Wajahmu seperti tampil dalam bingkai senyum dalam hembusannya..

Senyum yang membuat lekuk tipis ke wajah,
menerjemahkan keindahan yang masih kuendap di hati..

Ribuan kata terserak di namamu.
Hanya saja kesemuannya bisu..

Bukan kebetulan aku menimang terang bulan.
Tapi saat kau tak ada..
hanya itulah keindahan yang tersisa..

Katakan sesuatu jangan hanya diam,
apa yang semestinya aku lakukan ?

Kemarin kau marah melihatku beranjak jauh..
Malam ini kau menangis saat kudekati..

Tirai langit kadang penuh bintang, kadang berawan, kadang terang bulan, kadang cerah mentari, atau seperti sekarang penuh dengan tetes hujan..

Bahasa kita kadang jiwa, kadang rasa, kadang kata, kadang hati, kadang emosi, kadang tak terkata..

Semua hasil dari gambaran langit dan bintang berwarna mu..
Semua hasil diskusimu dengan angin..
dengan wangi tanah basah di depan jendelamu..
dengan nyamuk - nyamuk mencari makan..
dengan malam..
dengan detik jam.. tentang dia..

Semua itu tak kan pernah sampai..

Sebelah darimu menginginkan agar dia datang.. menjemputmu..
dan untuk kesekian kali, jatuh hati lagi, segila gilanya..
sampai batas gila dan waras pupus dalam sebuah kata klise " C I N T A "..

Atau aku tidak mengerti
mengapa langkah henti di sini,
diam suatu waktu ?

Biar sajalah..

Apalagi yang bisa kukisahkan pada hujan,
malam yang punya cerita sendiri mengisi,
hindari percik ujung-ujung baris daun..

Kasih dan cintamu belum kutahu..
kau masih saja menjadi misteri yang membingungkan,
tapi menyenangkan...


Maafkan aku dan hatiku
yang telah mengganggu hari hari mu
yang indah menjadi sibuk mendengar kata kata
yang selalu kukirim lewat surat surat mimpi
dan dering dering rindu
yang membangunkanmu dan membuatmu
terjaga sepanjang hari..

Maafkan aku karena hatiku..
aku jatuh hati padamu..
Bulan terpecah empat
awan menutupi rupa
tanpa bintang tanpa kedip

Sudah malam memang tapi,
jangan tarik dulu selimut..

Bagaimana caranya menarik sepotong rembulan dari awan - awan hitam,
yang menyelimuti kelamnya malam ?
Pertanyaan yang sulit dijawab atau malah, untukmu..
terlalu mudah untuk dijawab..
 
Copyright (c) 2010 Vien's. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.