Banyak curhatan yang masuk ke saya, tentang “Malu” dengan berbagai alasan dan fakta fakta pendukung yang mereka sodorkan mentah2 ke hadapan saya. Sehingga mereka merasa minder atau yang lebih menyedihkan ; mereka terpaku pada zona nyaman.
Terpaku pada keadaan fisik yang kurang proposional, pada keadaan finasial, pada masa lalu, pada latar belakang pendidikan, pada pekerjaan, pada gaya hidup, pada orientasi seksual, dan pada pendapat orang lain…
Well.. biar saya TULISKAN, supaya tidak perlu saya KATAKAN lagi :
Sunday, October 10, 2010
Saturday, October 2, 2010
Aku bukan Superman.. yang dapat menangkap dan anti peluru. yang dapat mendengar bunyi bisikan dari kejauhan..
Aku sakit dan berdarah jika kena pukulan, meski yang memukul berjalan bagai seekor badak.. darah dan luka bisa mengering, tapi sakit kadang agak susah untuk hilang bekasnya, apalagi jika harus tiap hari berkaca dan melihat hasil pukulannya.
Meski aku terbiasa dengan luka, dari ujung kaki hingga kepala aku mempunyai banyak bekas luka. Entah itu luka hasil dari kebodohanku sendiri, hasil ke-egoisanku, sampai hasil sembelitku.
Aku sakit dan berdarah jika kena pukulan, meski yang memukul berjalan bagai seekor badak.. darah dan luka bisa mengering, tapi sakit kadang agak susah untuk hilang bekasnya, apalagi jika harus tiap hari berkaca dan melihat hasil pukulannya.
Meski aku terbiasa dengan luka, dari ujung kaki hingga kepala aku mempunyai banyak bekas luka. Entah itu luka hasil dari kebodohanku sendiri, hasil ke-egoisanku, sampai hasil sembelitku.
Sunday, September 26, 2010
Andai aku punya Baling Baling Bambu-nya Doraemon..
Bukan cuma 1, tapi 10 untuk aku taruh 2 di kepala, 2 di bahu, 2 di perut buncitku, 2 di pantat lebar ini, dan 2 di kakiku. Agar aku bisa terbang ke sisimu untuk mengoleskan minyak kayu putih, minyak telon, balsem dan minyak tawon di perutmu yang sakit, lalu memijat kakimu hingga kau tertidur.. atau hanya sekedar memeluk mu..
Tapi aku hanya punya 2 batang sumpit kayu (terlihat seperti bambu jika dipaksa) sisa makan siang ku di Bakmi Golek. "Jangan dibuang!" kata mami, bisa untuk sodok sodok tisue... entah apa maksudnya...
aku,
yang merindukan mu...
Bukan cuma 1, tapi 10 untuk aku taruh 2 di kepala, 2 di bahu, 2 di perut buncitku, 2 di pantat lebar ini, dan 2 di kakiku. Agar aku bisa terbang ke sisimu untuk mengoleskan minyak kayu putih, minyak telon, balsem dan minyak tawon di perutmu yang sakit, lalu memijat kakimu hingga kau tertidur.. atau hanya sekedar memeluk mu..
Tapi aku hanya punya 2 batang sumpit kayu (terlihat seperti bambu jika dipaksa) sisa makan siang ku di Bakmi Golek. "Jangan dibuang!" kata mami, bisa untuk sodok sodok tisue... entah apa maksudnya...
aku,
yang merindukan mu...
Sunday, May 23, 2010
Aku kira Tuhan telah mengirimkan
dirimu kepadaku sebagai suatu gagasan
yang membuatku mampu menyelesaikan
pertempuran - pertempuran hidup di belantara
dunia yang kuubah, kini..
sebuah taman bunga yang semerbak..
Aku yakin Tuhan telah menghadiahkan
dirimu kepadaku sebagai suatu anugrah
yang indah walau harus bersijingkat memintas sungai..
dan menjaga keseimbangan di karang terjal hatimu..
Vien
* Bapa ku sayang pada ku.. dan mu.. *
dirimu kepadaku sebagai suatu gagasan
yang membuatku mampu menyelesaikan
pertempuran - pertempuran hidup di belantara
dunia yang kuubah, kini..
sebuah taman bunga yang semerbak..
Aku yakin Tuhan telah menghadiahkan
dirimu kepadaku sebagai suatu anugrah
yang indah walau harus bersijingkat memintas sungai..
dan menjaga keseimbangan di karang terjal hatimu..
Vien
* Bapa ku sayang pada ku.. dan mu.. *
Seindah apapun kita merangkai kata demi kata, dapat kah ia bermakna apabila tak ada jeda ?
Dapatkah ia di mengerti jika tak ada spasi ?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak ? Dan saling menyayang bila ada ruang ? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu..
Nafas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi.. jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan CINTA..
Dapatkah ia di mengerti jika tak ada spasi ?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak ? Dan saling menyayang bila ada ruang ? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu..
Nafas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi.. jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan CINTA..
